Sabtu, 25 April 2015

Makalah Kimia tentang Resume Materi Struktur Atom

TUGAS KIMIA
RESUME MATERI
STRUKTUR ATOM



OLEH:
NAMA :  MUHAMMAD RIDO RICARDO
KELAS :  X MIA 2
NIS       :  9991814917

GURU MATA PELAJARAN
DAVID HENDRIANTO, S.Pd



DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA & OLAHRAGA
SMA NEGERI 19 PALEMBANG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015





RESUME/KESIMPULAN
STRUKTUR ATOM

Struktur atom merupakan satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom beserta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom mengandung campuran proton dan neutron (terkecuali pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron).  Pengertian atom itu sendiri adalah bagian yang sangat kecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur itu. Partikel-partikel penyusun atom terdiri dari elektron (bermuatan listrik negatif), proton (bermuatan listrik positif), dan neutron (tidak bermuatan listrik). Proton dan neutron berada di dalam inti atom.  Sedangkan elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua proton bermuatan positif (+). Sementara itu neutron bermuatan netral. Elektron bermuatan yang bermuatan negatif (-) ditarik oleh proton yang bermuatan positif (+) pada inti atom.  Dalam hal ini, semua atom di alam semesta akan terjadi bermuatan positif (+) karena ada kelebihan muatan listrik positif (+) di dalam proton.  Akibatnya, semua atom akan saling bertolak satu sama lain.

Perkembangan teori atom dari masa ke masa
Menurut John Dalton, atom adalah partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.  Sedangkan menurut J.J. Thomson, atom berupa bola pejal yang bermuatan positif dan elektron melekat pada permukaan seperti roti kismis melekat pada roti.  Rutherford juga menjelaskan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektrin bermuatan negatif seperti tata surya. Niels Bohr mendeskripsikan atom berupa elektron-elektron mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebutkulit elektron atau tingkat energi.  Sedangkan menurut Schrodinger, atom terdiri dari elektron-elektron yang mengelilingi inti atom memiliki tingkat energi tertentu tetapi keberadaannya tidak dapat dipastikan. Model atom Schrodinger disebut juga model atom modern.

Macam-macam Teori Atom
A. Teori Atom Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan mengemukakan pendapatnaya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa  “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “ Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.


Gambar 1. Atom Dalton
Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak peluru.

B. Teori Atom J. J. Thomson
Berdasarkan penemuan tabung katode yang lebih baik oleh William Crookers, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode dan dapat dipastikan bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan diantara katode dan anode. Dari hasil percobaan ini, Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron.

Atom merupakan partikel yang bersifat netral, oleh karena elektron bermuatan negatif, maka harus ada partikel lain yang bermuatan positifuntuk menetrallkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut,Thomson memperbaiki kelemahan dari teori atom dalton dan mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson yang menyatakan bahwa:
“Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamya tersebar muatan negatif elektron”
Model atomini dapat digambarkan sebagai jambu biji yang sudah dikelupas kulitnya. biji jambu menggambarkan elektron yang tersebar merata dalam bola daging jambu yang pejal, yang pada model atom Thomson dianalogikan sebagai bola positif yang pejal.


Gambar 2. Atom Thomson

C. Teori Atom Rutherford
Pada tahun 1910, Rutherford melakukan eksperimennya dengan melakukan penembakan sinar alfa terhadap sasaran sebuah lempeng emas tipis. Sinar alfa merupakan sinar yang berasal dari partikel yang dipancarkan oleh zat radioaktif. Sinar ini merupakan partikel atom helium yang bermuatan positif serta mampu menembus berbagai logam.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa adanya partikel alfa yang terpantul pada penembakan lempeng tipis emas. Fakta ini tidak sesuai dengan model atom yang dikemukakan oleh J.J. Thomson dimana atom digambarkan bersifat homogen pada seluruh bagiannya (tidak mengindikasikan adanya bagian yang lebih padat pada atom).

Berikut ini eksperimen yang dilakukan oleh Rutherford :


Gambar 3. Eksperimen Rutherford

Dari ekperimen tersebut dapat disimpulkan bahwa:
  1. Sebagian besar partikel sinar alfa diteruskan, menunjukkan bahwa pada atom terdapat ruang kosong.
  2. Partikel sinar alfa yang mendekati inti atom dibelokkan, menunjukkan adanya gaya tolak inti terhadap lempeng tipis emas.
  3. Adanya sinar yang dipantulkan, menunjukkan bahwa dalam atom-atom emas terdapat bagian yang padat yang mampu memantulkan partikel alfa dan bagian atom yang padat tersebut mempunyai muatan positif (partikel alfa yang bermuatan positif akan ditolak oleh bagian atom yang bermuatan positif)

Dengan kesimpulan ini Rutherford memberikan gagasan untuk model atom yaitu :
Atom tersusun atas inti atom yang memiliki muatan positif dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif, hal ini dapat diasumsikan dengan planet yang mengelilingi matahari. Planet sebagi elektron sedangkan matahari adalah inti atom yang bermuatan positif. Berikut ini gambar  model atomnya :

Gambar 4. Atom Rhuterford

Pada tahun 1886, sebelum hakikat sinar katoda ditemukan, Goldstein melakukan suatu eksperimen dengan tabung sinar katoda dan ia menemukan fakta berikut: Yaitu apabila katoda tidak berlubang ternyata gas di belakang katoda tetap gelap. Namun, apabila pada katoda  berlubang ternyata gas di belakang katoda menjadi berpijar. Hal ini menunjukkan bahwa adanya radiasi yang berasal dari anoda, yang menerobos ke lubang dan menuju ke  katoda. Radiasi itu disebut dengan sinar anoda atau sinar positif atau sinar terusan (yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini)


Gambar 5. Eksperimen Goldstein

Hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa sinar terusan merupakan radiasi partikel (dapat memutar kincir) yang bermuatan positif (dalam medan listrik dibelokkan ke kutub negatif). Partikel sinar terusan ternyata bergantung pada jenis gas dalam tabung. Artinya, jika gas dalam tabung diganti dengan gas yang lain, ternyata dihasilkan partikel sinar terusan dengan ukuran yang berbeda. Partikel sinar terusan terkecil diperoleh dari gas hidrogen.

Pada tahun 1906, Ernesh Rutherford, ilmuwan yan berasal dari Inggris dengan menggunakan alat spekrometer massa (modifikasi dari sinar katoda) untuk membuktikan keberadaan dari partikel yang memliki muatan positif. Dari penelitian yang telah dilakukan dihasilkan bahwa atom H menghasilkan partikel bermuatan positif yang paling ringan. Massa partikel positif dari atom-atom lainnya merupakan kelipatan dari massa positif atomH.

Selanjutnya pada tahun 1919, partikel positif dari atom H diberi nama yaitu proton yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “proteis” yang artinya yang terpenting. Massa proton sekitar 1,672 x 10-27.

Eksperimen Rutherford merupakan awal ditemukan neutron, dalam eksperimen yang ia mencoba menghitung jumlah muatan positif dalam inti atom dan massa inti atom, dengan harapan massa inti atom dan massa muatan positif sama tetapi setelah dilakukan perhitungan ternyata massanya berbeda.

Ini dibuktikan oleh eksperimen yang dilakukan oleh  Aston pada ahun 1919 ia menemukan alat spektrometer massa, yaitu alat yang dapat digunakan untuk menentukan massa atom dan massa molekul. Dengan alat tersebut, Aston menemukan bahwa atom-atom dari unsur yang sama dapat mempunyai massa yang berbeda. Fenomena ini selanjutnya disebut dengan  isotop, salah satu fenomena yang menggugurkan teori atom Dalton. Selain itu juga ditemukan bahwa massa suatu atom ternyata tidak sama dengan jumlah proton pada atom tersebut. Banyak atom yang massanya sekitar dua kali massa protonnya. Berdasarkan kedua fakta tersebut, Aston menduga keberadaan partikel netral dalam atom yang jumlahnya dapat berbeda meskipun unsurnya sama.

Selain itu lmuwan Amerika yaitu William Draper Harkins  pada tahun 1920 menduga adanya partikel lain dalam inti atom selain proton. Partikel tersebut mempunyai massa yang hampir sama dengan massa proton tetapi partikel tersebut tidak bermuatan. Selanjutnya Chadwick melakukan eksperimen untuk mengetahui keberadaan partikel yang tidak bermuatan atau bersifat netral.

Berikut ini gambar eksperimen yang dilakukan oleh Chadwick pada tahun 1932.


Gambar 6. Eksperimen Chadwick

Dari penembakan sinar α ke dalam pelat berilium akan menghasilkan suatu radiasi yang tidak bermuatan. Apabila terdapat suatu materi padat dalam hal ini menggunakan parafin ditempatkan sebagai penghalang, maka akan mengakibatkan proton dari atom hidrogen akan terlempar keluar.

Partikel yang tidak bermuatan tersebut selanjutnya disebut dengan neutron, dengan massa yaitu 1,675 x 10-27 kg. Berikut ini massa dan muatan dari partikel subatom elektron, proton dan neutron.

Tabel 1 Massa dan Muatan dari subatomik

Partikel
Lambang
Massa (kg)
Muatan
Satuan
Coulomb
Elektron
e-
9,109 x 10 -31
-1
1,6 x 10-19
Proton
P
1,673 x 10 -27
+1
1,6 x 10-19
Neutron
N
1,675 x 10 -27
0
0

D. Teori Atom Bohr                                                              
Pada tahun 1913, pakar fisika Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat postulat, sebagai berikut:
1.   Hanya ada seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2.        Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3.   Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan persamaan planck.
E2 – E1 = hf
4.    Lintasan stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut merupakan kelipatan dari h/2p atau nh/2p, dengan n adalah bilangan bulat dan h tetapan planck.

Menurut model atom bohr, elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin tinggi tingkat energinya.


Gambar 4. Atom Bohr

E. Teori Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”. Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh ErwinSchrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron dalam tiga dimensi.

Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini. Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku sampai saat ini, seperti terlihat pada gambar berikut ini.


Gambar 5. Atom Modern

Awan elektron disekitar inti menunjukan tempat kebolehjadian elektron. Orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit.Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa sub kulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.

Susunan Atom


Keterangan: X = Lambang Atom
                    A = Nomor Massa ( jumlah proton +  jumlah neutron )
                    Z = Nomor Atom ( jumlah proton = jumlah neutron )
             A – Z = Jumlah neutron

Nomor Massa (A) menyatakan banyaknya proton dan neutron yang menyusun inti atom suatu unsur.Sedangkan nomor atom (Z) menunjukkan jumlah proton (muatan positif) atau jumlah elektron dalam atom tersebut.

Atom-atom dari unsur yang sama dengan nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda disebut isotop. Atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa sama disebut isobar. Sedangkan, atom-atom dari unsur yang berbeda (nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama disebut isoton.

Bab I tentang Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Berbasis Website

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Pemilihan Judul
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat saat ini, sehingga dapat membantu manusia dalam menjalankan aktivitasnya.  Perkembangan tersebut mempunyai banyak sekali manfaat, seperti meningkatkan kualitas dan efektifitas dalam bekerja.  Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan komputer, maka hasil kerja yang diperoleh akan lebih berkualitas dan dapat menghemat waktu.  Komputer itu sendiri merupakan salah satu mesin kantor yang berperan penting bagi kelancaran aktivitas kerja di perusahaan, karena dengan menggunakan komputer kita dapat mengolah dan mengakses data yang diperlukan dengan cepat dan tepat sehingga hasil kerja dapat lebih efisien (Ananda, 2013).
Salah satu fungsi komputer adalah membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya, seperti perhitungan matematis, basis data, pengolahan data statistik, dan lain sebagainya.  Oleh sebab itu, berbagai perusahaan menyediakan fasilitas komputer tersebut yang dilengkapi dengan program-program aplikasinya.  Program aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat kinerja perusahaan dalam mencapai tujuannya (Ananda, 2013).
Komputer dan program aplikasi itu tak terlepas dari koneksi internet, dimana kita dapat mengakses segala informasi yang kita perlukan di mesin pencarian.  Dengan adanya internet, manusia mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi yang menunjang aktivitas kerjanya.  Akan tetapi, dengan semakin banyaknya informasi yang didapatkan melalui internet, menyebabkan manusia harus dapat memilah-milah informasi tersebut, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang tepat dan relevan (Radi, 2013).
Selain itu, internet tidak hanya digunakan sebagai alat untuk mendapatkan informasi saja, tetapi juga untuk aplikasi strategi bisnis, seperti pada kegiatan penjualan, pemasaran, dan pelayanan pelanggan.  Salah satu bagian dari internet adalah website.  Terdapat banyak aplikasi yang disediakan untuk merancang website, salah satunya adalah PHP.  PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan script untuk pemrograman script web server-side, script yang membuat dokumen HTML secara on the fly, dokumen HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan dokumen HTML yang dibuat dengan meggunakan editor teks atau editor HTML (Sidik, 2006).  Sedangkan MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia (Kharina, 2012).
Terdapat banyak lembaga pendidikan nonformal/bimbingan belajar di Indonesia saat ini.  Banyaknya jumlah bimbel tersebut menyebabkan persaingan yang semakin pesat.  Oleh karena itu, bimbel tersebut harus dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat jika ingin bersaing dengan para pesaingnya.  Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan, karena strategi pemasaran itu sendiri merupakan cara perusahaan untuk mencapai tujuannya.  Strategi pemasaran yang dapat digunakan pada bimbel adalah dengan menggunakan bauran pemasaran (Marketing Mix). 
Salah satu bimbel yang telah menerapkan strategi pemasaran adalah bimbingan belajar Ristek Palembang. Bimbel ini terletak di jalan KH. Wahid Hasyim No. 1007 – 7 Ulu Palembang.  Bauran pemasaran yang diterapkan di bimbel ini belum cukup baik.  Hal ini dikarenakan faktor promosi yang masih sangat kurang, karena bimbel Ristek ini hanya melakukan kegiatan promosinya dengan menggunakan spanduk dan brosur, sehingga jumlah siswa yang belajar di bimbel ini belum cukup banyak.  Bimbel Ristek ini belum pernah melakukan promosi di media cetak ataupun media sosial/internet, padahal kedua media tersebut merupakan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat sekarang ini, terlebih lagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. 
Bimbingan belajar Ristek ini kurang memanfaatkan teknologi yang ada, sehingga sangat disayangkan apabila kemajuan teknologi yang ada sekarang ini kurang dimanfaatkan.  Padahal banyak manfaat dan keunggulan dalam mempromosikan barang/jasa dengan menggunakan internet.  Bahkan perusahaan pesaing telah memanfaatkan teknologi internet berbasis website sebagai media promosinya.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis bermaksud membuat suatu sistem pemasaran berbasis website dengan menggunakan program PHP dan MySQL, sehingga nama bimbel Ristek ini semakin dikenal oleh banyak orang dan dapat menambah jumlah siswa yang ingin belajar di bimbel Ristek ini, penulis tertarik membuat laporan akhir ini dengan judul “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN BERBASIS WEBSITE PADA BIMBINGAN BELAJAR RISTEK PALEMBANG”.

1.2    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang pemilihan judul yang telah diuraikan, maka rumusan masalah yang akan penulis kemukakan adalah “Bagaimanakah perancangan sistem informasi pemasaran berbasis website pada bimbingan belajar Ristek Palembang?”

1.3    Ruang Lingkup Pembahasan
Dalam penulisan laporan akhir ini, penulis membatasi ruang lingkup pembahasan masalah hanya pada perancangan sistem informasi pemasaran berbasis website, agar dalam pembahasan permasalahan akan lebih terarah dan tidak terjadi penyimpangan. Adapun ruang lingkup pembahasannya adalah “Perancangan sistem informasi pemasaran berbasis website pada bimbingan belajar Ristek Palembang”.

1.4    Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.4.1   Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan suatu perancangan sistem informasi pemasaran berbasis website pada bimbingan belajar Ristek Palembang.

1.4.2   Manfaat Penulisan
a.    Bagi penulis
Untuk menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti perkuliahan, menambah pengalaman dalam bidang penelitian serta bertambahnya wawasan dan ilmu pengetahuan yang didapat terhadap mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
b.    Bagi perusahaan
Memberikan kemudahan bagi calon siswa untuk melakukan pendaftaran secara online dan mendapatkan informasi mengenai bimbingan belajar Ristek Palembang.
c.    Bagi pihak lain
Membantu dalam menjadikan laporan ini sebagai referensi dalam proses penulisan laporan selanjutnya.

1.5    Metode Penelitian
1.5.1   Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini memfokuskan pada perancangan sistem informasi pemasaran berbasis website pada bimbingan belajar Ristek Palembang, yang beralamat di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 1007 – 7 Ulu Palembang.

1.5.2   Jenis dan Sumber Data
Menurut Suliyanto (2006:131-132), terdapat dua pembagian data menurut cara memperolehnya, yaitu:
1.    Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama.  Penulis memperoleh data primer melalui pengambilan data pada bimbingan belajar Ristek Palembang. Pengambilan data tersebut dapat berupa sejarah perusahaan, visi dan misi, struktur organisasi, data pengajar dan siswa, dan lain-lain.
2.    Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya. Penulis mendapatkan data sekunder ini dari berbagai buku/literatur, jurnal, internet dan hasil dari penelitian pihak lain yang telah dipublikasikan yang ada kaitannya dengan sistem informasi, pemasaran, website, PHP dan MySQL, serta bimbingan belajar.

1.5.3   Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam mengumpulkan data dan informasi untuk penulisan laporan akhir ini adalah dengan menggunakan beberapa metode sebagai berikut:
1.    Riset Lapangan (Field Research)
Riset lapangan yang penulis lakukan adalah dengan mendatangi bimbingan belajar Ristek Palembang. Riset ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data, sebagai berikut:
a.    Observasi
Penulis melakukan pengamatan langsung di bimbingan belajar Ristek Palembang untuk memperoleh keakuratan data yang dibutuhkan.
b.   Wawancara (Interview)
Cara pengumpulan data dengan metode ini, penulis lakukan melalui tanya jawab langsung dengan pimpinan dan pengajar bimbingan belajar Ristek untuk mendapatkan keterangan-keterangan atau informasi tentang data-data yang diperlukan.

2.    Riset Kepustakaan (Library Research)
Pelaksanaan teknik pengumpulan data ini, penulis lakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari buku, literatur, dan internet yang penulis jadikan sebagai landasan teori untuk pembahasan selanjutnya dalam laporan ini.

1.5.4   Analisis Data
Analisa data yang digunakan dalam menyelesaikan laporan akhir ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif.  Analisis ini berupa data yang tidak berbentuk angka, tetapi berupa serangkaian informasi yang digali dari hasil penelitian dan masih merupakan fakta verbal/keterangan.  Metode ini digunakan untuk membandingkan teori-teori yang ada dengan semua fakta dan data yang diperoleh dari bimbingan belajar Ristek Palembang agar sesuai dengan penelitian yang penulis lakukan. Penulis menyajikan teori-teori mengenai sistem informasi, pemasaran, website, PHP dan MySQL, serta bimbingan belajar.

1.5.4.1  Komponen-komponen Rancangan Sistem Informasi Pemasaran
1.    Home
Halaman awal yang berisi berbagai berita, informasi dan artikel yang berhubungan dengan pendidikan.
2.    Profil
Halaman ini berisi tentang sejarah bimbel, profil, struktur organisasi dan data pengajar di bimbingan belajar Ristek Palembang.
3.    Program Bimbel
Halaman ini memuat tentang program-program yang ada di bimbingan belajar Ristek Palembang, jadwal les dan biayanya.
4.    Tentang Kami
Halaman ini berisi tentang alamat, peta dan nomor telpon bimbingan belajar Ristek Palembang.
5.    Pendaftaran
Halaman ini memuat tentang formulir pendaftaran bagi siswa yang ingin bergabung di bimbingan belajar Ristek Palembang yang disertai dengan nomor telpon.

1.5.4.2  Rancangan Alur Sistem Informasi Pemasaran


1.6    Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini dimaksudkan untuk dapat memberikan garis besar mengenai isi laporan akhir secara ringkas dan jelas, sehingga antara bab yang satu dengan bab yang lain akan saling berhubungan.  Adapun bab-bab yang terdapat dalam Laporan Akhir ini adalah sebagai berikut:

BAB I     PENDAHULUAN
Bab ini merupakan langkah awal dari penulisan laporan akhir, dimana dalam bab ini menguraikan hal-hal yang mendasar mengenai pokok pemikiran yang melandasi permasalahan dan pokok pembahasan, yang terdiri dari:
1.1     Latar Belakang Pemilihan Judul
1.2     Perumusan Masalah
1.3     Ruang Lingkup Pembahasan
1.4     Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.4.1   Tujuan Penulisan
1.4.2   Manfaat Penulisan
1.5     Metode Penelitian
1.5.1   Ruang Lingkup Penelitian
1.5.2   Jenis dan Sumber Data
1.5.3   Teknik Pengumpulan Data
1.5.4   Analisis Data
1.5.4.1  Komponen-komponen Rancangan Sistem Informasi Pemasaran
1.5.4.2  Rancangan Alur Sistem Informasi Pemasaran
1.6     Sistematika Penulisan

BAB II    TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini, penulis memberikan penjabaran teori yang mendukung penulisan laporan akhir ini, yaitu:
2.1     Sistem Informasi
2.1.1   Pengertian Sistem
2.1.2   Konsep Informasi
2.1.3   Proses Sistem Informasi
2.2     Pemasaran
2.2.1   Pengertian Pemasaran
2.2.2   Pengertian Bauran Pemasaran
2.3     Website, PHP dan MySQL
2.3.1   Pengertian Website
2.3.2   Pengertian PHP
2.3.3   Pengertian MySQL
2.4     Bimbingan Belajar
2.4.1   Pengertian Bimbingan Belajar

BAB III  KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai data dan informasi yang ada hubungannya dengan objek pembahasan pada bimbingan belajar Ristek Palembang, yang terdiri dari:
3.1     Sejarah Singkat bimbingan belajar Ristek Palembang
3.2     Visi dan Misi
3.2.1   Visi
3.2.2   Misi
3.3     Struktur Organisasi bimbingan belajar Ristek Palembang
3.4     Pembagian Tugas
3.5     Program Belajar pada Bimbingan Belajar Ristek Palembang

BAB IV  PEMBAHASAN

BAB V    KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini merupakan hasil dari keseluruhan penelitian yang merupakan kesimpulan dari penelitian dan juga menyajikan saran yang diberikan oleh penulis.  Adapun isi dari bab ini adalah sebagai berikut:
5.1     Kesimpulan
5.2     Saran

DAFTAR PUSTAKA